Rabu, 10 Agustus 2016

Strategi Pemenangan Pemilu


(Studi Kasus Dapil III Kulonprogo)
Oleh : Budi Hutomo Putro
Anggota Legislatif Kulonprogo Dapil III Kulonprogo

Pemilu adalah mekanisme demokrasi sebagai arena berkompetisi merebut dukungan pemilih. Pemilu menjadi penting bagi partai politik karena di momentum inilah eksistensi parpol dipertaruhkan. Itu sebabnya, strategi pemenangan Pemilu menjadi kata kunci bagaimana parpol bisa eksis dan memenangkan kompetisi elektoral lima tahunan tersebut.
Kita tahu, di alam demokrasi seperti sekarang ini, pemilih makin cerdas dan rasional. Kecanggihan teknologi, ledakan informasi, dan kian meleknya masyarakat terhadap politik; sudah pasti menuntut kader-kader partai untuk bekerja keras membantu masyarakat disatu sisi; disisi lain kader dituntut pula agar terampil dan canggih mengelola situasi-situasi sosial menjadi ‘kapital politik’ yang bisa dikonversi menjadi lumbung suara pada perhelatan Pemilu.
Inilah mengapa strategi pemenangan pemilu menjadi tema menarik yang mesti diperbincangkan secara komprehensif yang mendasarkan pada realitas politik di lapangan. Itu sebabnya, tulisan ini akan mengulas bagaimana strategi pemenangan pemilu di daerah pemilihan(dapil) III Kulonprogo yang meliputi Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, dan Kulonprogo.

Pemilu 2014 kemarin, Dapil III Kulonprogo mencatatkan kemenangan telak dengan mendulang dukungan terbesar dengan memperoleh dua kursi anggota legislatif. Capain ini tentu bukan hanya lantaran kerja keras para kader, melainkan juga ketepatan dalam meracik strategi pemenangan yang dilakukan, yakni:
Pertama, adanya konsolidasi sesama calon anggota legislatif untuk saling menjaga basis massa. Artinya, setiap caleg berkonsensus untuk tidak membidik kantong suara masing-masing caleg. Dengan model ini, maka caleg dipaksa untuk melakukan ekspansi dengan mencari kantong massa yang belum digarap oleh sesama caleg PAN.   Ini penting, sebab dengan sistem suara terbanyak, tidak sedikit kasus yang dalam persaingannya ‘saling gembosi’ yang tentu merugikan perolehan suara partai. Adanya konsolidasi semacam ini akan menghindarkan saling menegasikan sesama caleg, melainkan juga potensial membesarkan partai.
Kedua, menjalin komunikasi intensif dengan lembaga-lembaga strategis. Ini merupakan rumus umum yang penting dipaparkan. Lembaga-lembaga strategis seperti pemerintahan desa, kecamatan, panwaslu, KPPS, dan sebainya adalah lembaga yang memiliki arus informasi kuat tentang kemasyarakatan, termasuk Pemilu yang harus dijalin komunikasi. Upaya ini setidaknya, agar kita tidak ‘dicurangi’, bahkan bisa jadi akan membantu kita misalnya memberikan informasi-informasi yang bisa kita akseskan untuk masyarakat.
Ketiga, mencetak kader sepanjang waktu. Kader adalah ujung tombak partai sebagai simpul pengumpul suara. Artinya semakin banyak kader, maka potensi meraup suara makin besar. Oleh karena itu, tugas kita adalah untuk mencetak kader sebanyak mungkin sepanjang waktu. Kian banyak kader, kemungkinan menang makin besar. Dan penting juga untuk melakukan deversifikasi(penganekaragaman) jenis kader, misalnya dilihat dari latar belakangnya. Kita tak boleh seragam merekrut kader, misalnya hanya kalangan ustad saja, melainkan mesti beranekamacam, seperti tokoh tani, tokoh pemuda, tokoh budaya, dan sebagainya.
Keempat, membekali kader dengan materi kampanye yang populis dan memiliki magnet dukungan suara. Ini tentu membutuhkan skill, namun sesungguhnya juga tidak rumit. Kader dituntut mampu menyampaikan pesan ke masyarakat mengenai hal-hal positif partai dan caleg yang dikemas dengan bahasa ringan dan humor.  Selain itu, kader juga dibekali kemampuan skill untuk melakukan ‘kontra opini/isu’  jika dilapangan muncul opini/isu negatif  yang berpotensi menggerus suara partai/caleg. Misalnya, isu soal bukan partai nasionalis, bisa di counter dengan pernyataan di DPP PAN terdapat pengurus juga yang non-muslim.

Inilah beberapa garis besar strategi pemenangan di dapil satu Kulonprogo yang boleh jadi bisa menjadi informasi dan tambahan pengetahuan dalam menyusun strategi pemenangan pemilu kedepan. Saya yakin, bahwa dalam suksesi pemenangan setiap orang punya jurus masing-masing. Wallohualambishowab

*Disampaikan dalam pelatihan kader Partai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar