(Studi
Kasus Dapil III Kulonprogo)
Oleh : Budi Hutomo Putro
Anggota
Legislatif Kulonprogo Dapil III Kulonprogo
Pemilu
adalah mekanisme demokrasi sebagai arena berkompetisi merebut dukungan pemilih.
Pemilu menjadi penting bagi partai politik karena di momentum inilah eksistensi
parpol dipertaruhkan. Itu sebabnya, strategi pemenangan Pemilu menjadi kata
kunci bagaimana parpol bisa eksis dan memenangkan kompetisi elektoral lima
tahunan tersebut.
Kita
tahu, di alam demokrasi seperti sekarang ini, pemilih makin cerdas dan
rasional. Kecanggihan teknologi, ledakan informasi, dan kian meleknya
masyarakat terhadap politik; sudah pasti menuntut kader-kader partai untuk
bekerja keras membantu masyarakat disatu sisi; disisi lain kader dituntut pula
agar terampil dan canggih mengelola situasi-situasi sosial menjadi ‘kapital
politik’ yang bisa dikonversi menjadi lumbung suara pada perhelatan Pemilu.
Inilah
mengapa strategi pemenangan pemilu menjadi tema menarik yang mesti
diperbincangkan secara komprehensif yang mendasarkan pada realitas politik di
lapangan. Itu sebabnya, tulisan ini akan mengulas bagaimana strategi pemenangan
pemilu di daerah pemilihan(dapil) III Kulonprogo yang meliputi Kecamatan
Samigaluh, Kalibawang, dan Kulonprogo.
Pemilu
2014 kemarin, Dapil III Kulonprogo mencatatkan kemenangan telak dengan mendulang
dukungan terbesar dengan memperoleh dua kursi anggota legislatif. Capain ini
tentu bukan hanya lantaran kerja keras para kader, melainkan juga ketepatan
dalam meracik strategi pemenangan yang dilakukan, yakni:
Pertama, adanya konsolidasi
sesama calon anggota legislatif untuk saling menjaga basis massa. Artinya,
setiap caleg berkonsensus untuk tidak membidik kantong suara masing-masing
caleg. Dengan model ini, maka caleg dipaksa untuk melakukan ekspansi dengan
mencari kantong massa yang belum digarap oleh sesama caleg PAN. Ini penting, sebab dengan sistem suara
terbanyak, tidak sedikit kasus yang dalam persaingannya ‘saling gembosi’ yang tentu merugikan perolehan suara partai. Adanya
konsolidasi semacam ini akan menghindarkan saling menegasikan sesama caleg,
melainkan juga potensial membesarkan partai.
Kedua, menjalin
komunikasi intensif dengan lembaga-lembaga strategis. Ini merupakan rumus umum
yang penting dipaparkan. Lembaga-lembaga strategis seperti pemerintahan desa, kecamatan,
panwaslu, KPPS, dan sebainya adalah lembaga yang memiliki arus informasi kuat
tentang kemasyarakatan, termasuk Pemilu yang harus dijalin komunikasi. Upaya
ini setidaknya, agar kita tidak ‘dicurangi’, bahkan bisa jadi akan membantu
kita misalnya memberikan informasi-informasi yang bisa kita akseskan untuk
masyarakat.
Ketiga, mencetak kader
sepanjang waktu. Kader adalah ujung tombak partai sebagai simpul pengumpul
suara. Artinya semakin banyak kader, maka potensi meraup suara makin besar.
Oleh karena itu, tugas kita adalah untuk mencetak kader sebanyak mungkin
sepanjang waktu. Kian banyak kader, kemungkinan menang makin besar. Dan penting
juga untuk melakukan deversifikasi(penganekaragaman) jenis kader, misalnya
dilihat dari latar belakangnya. Kita tak boleh seragam merekrut kader, misalnya
hanya kalangan ustad saja, melainkan mesti beranekamacam, seperti tokoh tani,
tokoh pemuda, tokoh budaya, dan sebagainya.
Keempat,
membekali kader dengan materi kampanye yang populis dan memiliki magnet
dukungan suara. Ini tentu membutuhkan skill, namun sesungguhnya juga tidak
rumit. Kader dituntut mampu menyampaikan pesan ke masyarakat mengenai hal-hal
positif partai dan caleg yang dikemas dengan bahasa ringan dan humor. Selain itu, kader juga dibekali kemampuan
skill untuk melakukan ‘kontra opini/isu’ jika dilapangan muncul opini/isu negatif yang berpotensi menggerus suara partai/caleg.
Misalnya, isu soal bukan partai nasionalis, bisa di counter dengan pernyataan di DPP PAN terdapat pengurus juga yang
non-muslim.
Inilah
beberapa garis besar strategi pemenangan di dapil satu Kulonprogo yang boleh
jadi bisa menjadi informasi dan tambahan pengetahuan dalam menyusun strategi
pemenangan pemilu kedepan. Saya yakin, bahwa dalam suksesi pemenangan setiap
orang punya jurus masing-masing. Wallohualambishowab
*Disampaikan dalam pelatihan kader Partai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar